Saya telah bergabung dengan Pusat Studi Lingkungan (PSL) UII sejak bulan Februari 2012 sebagai relawan dan peneliti. Pada tanggal 12 April 2012 saya diminta menemani pembicara Nelly marlina, M.Sc dalam sosialisasi pemanfaatan limbah salak di lokasi KKN UII, berikut reportasenya.
PEMANFAATAN LIMBAH POHON SALAK
| sosialisasi Pemanfatan Limbah Salak (12/04/2012) |
Limbah atau yang sering disebut dengan sampah dapat dimanfaatkan,
termasuk limbah dari pohon salak. Limbah pohon salak termasuk sampah
organik dapat dimanfaatkan sebagai
kompos, kerajinan, bioetanol, mikro Organisme Lokal, Obat, alat untuk pijat
terapi, keset dan lain-lain. Demikian disampaikan oleh Nelly Marlina, M.Sc
disaat mengisi sosialisasi pemanfaatan limbah salak di lokasi KKN UII unit 61,
Turi pada 12 April 2012.
Nelly Marlina, M.Sc yang juga termasuk peneliti PSL UII
menyebutkan bahwa limbah salak yang dapat dijadikan pupuk organik adalah dahan
salak, salak busuk dan buah salak. Sebagai contoh untuk membuat kompos, ia
menyebutkan ada beberapa bahan yang perlu dipersiapkan diantaranya sampah lapuk
sekitar 2 - 4 m3, 6,5 m3 limbah salak, 750 kg kotoran
ternak, 30 kg abu dapur. Selanjutnya perlu juga dipersiapkan medianya dengan
membuat bak pengomposan dari bak semen atau dengan menggali lubang, Aduk semua
bahan menjadi satu kecuali abu, Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1
meter, tanpa dipadatkan, kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan
abu.


