Jumat, 13 April 2012

PEMANFAATAN LIMBAH SALAK

Saya telah bergabung dengan Pusat Studi Lingkungan (PSL) UII sejak bulan Februari 2012 sebagai relawan dan peneliti. Pada tanggal 12 April 2012 saya diminta menemani pembicara Nelly marlina, M.Sc dalam sosialisasi pemanfaatan limbah salak di lokasi KKN UII, berikut reportasenya.

PEMANFAATAN LIMBAH POHON SALAK

sosialisasi Pemanfatan Limbah Salak (12/04/2012)
Limbah atau yang sering disebut dengan sampah dapat dimanfaatkan, termasuk limbah dari pohon salak. Limbah pohon salak termasuk sampah organik  dapat dimanfaatkan sebagai kompos, kerajinan, bioetanol, mikro Organisme Lokal, Obat, alat untuk pijat terapi, keset dan lain-lain. Demikian disampaikan oleh Nelly Marlina, M.Sc disaat mengisi sosialisasi pemanfaatan limbah salak di lokasi KKN UII unit 61, Turi pada 12 April 2012. 
Nelly Marlina, M.Sc yang juga termasuk peneliti PSL UII menyebutkan bahwa limbah salak yang dapat dijadikan pupuk organik adalah dahan salak, salak busuk dan buah salak. Sebagai contoh untuk membuat kompos, ia menyebutkan ada beberapa bahan yang perlu dipersiapkan diantaranya sampah lapuk sekitar 2 - 4 m3, 6,5 m3 limbah salak, 750 kg kotoran ternak, 30 kg abu dapur. Selanjutnya perlu juga dipersiapkan medianya dengan membuat bak pengomposan dari bak semen atau dengan menggali lubang, Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu, Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan, kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.

Rabu, 11 April 2012

Cara Mengingat Sesuatu

gambar diambil dari "belajarkonseling.com"
Beberapa hari yang lalu saya ditanya oleh seseorang tentang sesuatu, saya perlu mengerahkan dan mengkondisikan pikiran karena sesuatu yang ditanyakan tidak kunjung ada dalam pikiran. Akhirnya, baru sekitar tiga menit saya dapat menemukannya. Dalam proses mengingat tersebut saya sambil berdo'a Allahumma inni astaudi’uka ma ‘allamtanihi fardudhu ilayya ‘inda hajati ilaihi wa laa tansanihi ya rabbal ‘alamina.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan pada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah padaku saat aku membutuh¬kannya dan janganlah Engkau jadikan aku lupa padanya, wahai Tuhan semesta alam.”

tips prepentif mengingat sesuatu.
Disamping pengalaman yang saya alami diatas, saya coba mencari artikel dengan topik cara mempertajam ingatan. Akhirnya, saya bertemu dengan artikel ini. silakan anda simak guna mempertajam ingatan anda. selamat membaca. Berdasarkan beberapa studi, rata-rata orang menggunakan tidak lebih dari sepuluh persen kapasitas ingatan yang benar-benar dimilikinya. Prinsip dasar mengingat terbuang sia-sia. Apakah anda salah satu dari rata-rata orang tersebut? Jika iya, anda akan tertarik dan mendapatkan manfaat dari membaca artikel ini. Artikel ini menjelaskan prinsip dasar mengingat ini dan menunjukan bagaimana menggunakannya tidak hanya ketika berbicara didepan umum, tetapi didalam semua aspek kehidupan anda.”Prinsip dasar mengingat” ini sangatlah sederhana. Hanya ada 3(tiga). Semua “system ingatan” dibuat berdasarkan tiga hal, yaitu : kesan, pengulangan, dan hubungan.

Rabu, 04 April 2012

Sedikit Berfikir soulutif dan konstruktif.


ilustrasi solusi, courtesy by: http://ekonomi.kompasiana.com
siapa yang memberi kemudahan akan dimudahkan

permudahlah, ojo mempersulit


Akhir-akhir ini saya sering mendengar keluhan tentang masalah yang berujung pada menyalahkan orang lain. Terkadang saya mengelus dada mendengar hal tersebut. Disamping ngelus dada juga greget. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa hanya bisa menyalahkan, kenapa tidak berfikir solusinya. Itulah akhirnya yang melandasi saya mencari artikel yang berhubungan dengan berfikir solutif. Akhirnya, dari sumber artikel dapat disimpulkan betapa pentingnya berfikir solutif.
Lantas bagaimana berfikir solutif itu?
                Berdasar bacaan, berfikir solutif adalah pola pikir yang dilandasi jiwa untuk memberikan solusi atas problema yang sedang dihadapi. Dengan demikian, ia tidak terjebak dan berkutat menyalahkan ini dan itu. Akan tetapi ia menawarkan sebuah solusi, bahkan ia mengerjakan apa yang menjadi solusi. Orang yang berfikir solutif adalah orang yang memiliki pandangan luas dan memiliki pola pikir yang kreatif. Oleh karena itu, pola pikir solutif perlu juga ditunjang oleh daya kreasi dan keluasan ilmu. Solusinya adalah tambah wawasan dan tidak mudah menyalahkan orang.

Senin, 26 Maret 2012

MEMBANGUN KETANGGUHAN PRIBADI



اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَال (رواه ابو داود)
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dikuasai orang lain. " (HR. Abu Dawud)
Iftitah
Sebagai seorang manusia, kita tidak terlepas dari problematika. Namun demikian, problem bukan sesuatu yang harus dihindari. Problem harus kita hadapi dan dicarikan solusinya. Dalam mengatasi problem, banyak solusi terbaik yang dapat kita tempuh. Orang bilang, banyak jalan menuju Roma. Secara garis besar, ada dua cara yang dapat kita tempuh untuk mengatasi problem. Pertama adalah usaha bathin dan yang kedua adalah usaha lahir. Jadi, dalam mengatasi masalah perlu dengan dua pendekatan yaitu lahir dan bathin. Usaha lahir dapat berupa bekerja, beraktifitas dan berikhtiar, sedangkan usaha bathin dapat berupa do’a.
Dua pendekatan diatas telah ada dalam al-Qur’an. Allah telah memberikan pelajaran kepada manusia dengan firman-Nya. Dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 45 Allah menerangkan agar manusia mencari solusi melalui sabar dan shalat. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu” . Dua aktifitas tersebut memiliki dua dimensi. Sabar merupakan dimensi aktifitas dan bekerja sedangkan sholat memiliki dimensi bathin yaitu berdo’a.
Do’a membangun ketangguhan
Do’a yang tertulis diatas memiliki kronologis yang patut kita ketahui sebagai landasan historis dan penguat dalam aplikasinya. Do’a tersebut bermula dari kejadian abu Umammah yang lama duduk termenung di masjid. Kejadian itu kira-kira pukul sembilan pagi. Padahal, waktu itu orang-orang telah berpergian untuk mencari nafkah. Melihat kondisi tersebut, Rasulullah menghampiri. Rasul pun bertanya kepada Abu Umammah ““Hai Abu Umammah mengapa engkau berada di dalam masjid seorang diri, padahal sekarang bukan waktunya sholat fardhu ?” Kemudian abu Umammah menjawab: ,”Wahai Rasullullah, kali ini aku sedang ditimpa kesusahan, hutangku menumpuk.”

Minggu, 15 Januari 2012

KONTINUITAS DALAM IBADAH


Dan bersabarlah, karena Sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. Huud:115)
Iftitah
Telah kita ketahui bahwa ibadah tidak hanya shalat semata. Ibadah memiliki cakupan luas. Bahkan ibadah didefinisikan sebagai perbuatan yang bernilai pendekatan kepada Allah. Dengan demikian, perbuatan apapun kalau hal tersebut menjadikan seorang hamba dekat dengan Allah, maka hal itu merupakan ibadah. Dalam konteks ini, ibadah merupakan misi hidup manusia, dan sebagai visinya adalah memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena ibadah merupakan misi hidup, maka segala aktivitas mesti bernilai ibadah.
Namun, Ibadah dan keimanan kadangkala mengalami fluktuasi naik turun. Kadang bersemangat, kadang lesu. Mungkin juga kita merasa bahwa ibadah yang kita lakukan belum optimal dan belum berdampak signifikan terhadap apa yang kita harapkan. Do’a-do’a kita belum terasa. Prilaku kita masih jauh dari apa yang diharapkan dalam do’a kita. Belum ada perubahan dalam hidup kita.
Urgensi Optimis dan Sabar
Dilandasi itu semua, kita tidak boleh larut dalam kondisi. Bahkan, kita harus mengubah kondisi menjadi lebih menguntungkan kita. Kita harus kembali meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita. Salah satu motivasi kita dalam ibadah adalah adanya harapan. Tentu, kita berharap bahwa ibadah yang kita lakukan akan diterima oleh Allah SWT. Bahkan, tidak hanya menjadi sebuah harapan. Kita harus meyakini hal tersebut, mengapa? Karena Allah SWT telah menjanjikan hal tersebut dalam beberapa firmannya. pertama Allah tidak menyia-nyiakan orang yang berbuat baik (Q.S. Huud:115). Kedua Allah membolehkan kita untuk mencari karunia dari Allah SWT, karena Allah Maha Pemberi.

Kamis, 12 Januari 2012

BELAJAR DARI KEKAFIRAN


Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup dan bagi mereka siksa yang Amat berat. (Al-Baqarah:6)
Iftitah
Ayat al-Qur’an memang memiliki makna mendalam. Diksi al-Qur’an sungguh tepat nan indah bila dikaji. Tak salah bila ada yang mengatakan, semakin banyak dibaca semakin mendalam pemahaman seseorang terhadap al-Qur’an. Semakin dibaca, semakin menambah inspirasi dalam pemaknaan. Dimungkinkan ketika membaca ayat yang sama, penafsiran kita akan berbeda dengan bacaan pada kali berikutnya.
            Sering kita mendengar kata kafir. Mulai dari kafir ni’mat hingga meng-kafir-kan orang. Dalam terminologi agama, kafir diidentikan dengan  lawan mu’min. Memang tidak salah, namun perlu dikaji kembali tentang kata ini. Kata kafir dalam ayat diatas menarik untuk kita kaji karena ada hikmah yang dapat kita ambil dari diksi al-Qur’an yang indah ini. Pemahaman kita tentang teks suci al-Qur’an memang perlu kita landaskan pada etimologi terlebih dahulu. Hal ini penting mengingat bahasa al-Qur’an merupakan bahasa murni. Bahasa al-Qur’an bukan perkataan manusia. Bahasa al-Qur’an merupakan kalam suci. Bahasa al-Qur’an mengandung nilai tinggi.
Makna Kafir
            Dalam ensiklopedi bebas wikipedia, Secara etimologi kata kafir bersaal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup. Pada zaman sebelum Islam, istilah tersebut digunakan untuk para petani yang sedang menanam benih di ladang, menutup/mengubur dengan tanah. Sehingga kalimat kāfir bisa dimplikasikan menjadi "seseorang yang bersembunyi atau menutup diri."

Kamis, 10 November 2011

SAJAK LEPAS MALAM


*Asridi Kerta
IMAJINASI NYATA
Imajinasi alam raya
Mencampuri kata mana
Memasung kata tuhan
Dalam takjub dan merunduk
Imanijasi alam raya
Menyepikan maya pada
Mengharumkan nyata-Nya
Dalam diri meski pura-pura
Imajinasi alam raya
Menyatukan kata
Menghabiskan makna
Tak ada tuhan selain Dia
Imajinasi alam raya
Menyatakan cinta dalam nyata
Menghasratkan jiwa dalam kesatuan alam-Nya

Sabtu, 13 Agustus 2011

Renungkan Sejenak

Dok. Istimewa
By: Asep Supriyadi

Kesibukan, mungkin itulah yang menjadi rutinitas keseharian kita. Dari mulai bangun hingga tidur kembali, berbagai aktivitas tidak lepas dari kita. Seolah-olah jiwa dan jasmani bagai mesin yang melaksanakan segala aktivitasnya. Namun satu hal yang harus diingat dalam berbagai aktivitas itu, sempatkan untuk mengevaluasi diri dan merenung sejenak untuk introspeksi diri.
Siapkan waktu untuk melakukan perenungan terkait tujuan, strategi dan langkah-langkah kita dalam menghadapi kehidupan. Alangkah lelah apabila kita melaksanakn antivitas namun tidak mengetahui tujuannya. Sebesar apapun dan sekuat apapun upaya bila tujuan belum jelas, maka akan terjadi kesia-siaan. Oleh karena itu, maka tentukan tujuan yang pasti. Setelah tujuan pasti, siapkan langkah dan strategi apa untuk mengapainya.

PROSTITUSI LADANG KITA SEMUA


Berikut ini adalah tulisan yang menjadi Syarat untuk ikut serta dalam pelatihan jurnalistik tingkat lanjut di Surabaya 17-20 Juli 2011

Oleh: Asep Supriyadi
ladang merupakan lahan untuk seorang petani menuai hasil tanamananya. Seorang petani akan menyiram ladangnya dengan baik dan teratur. Ia mengelola dengan baik ladangnya itu. Ia tidak akan membiarkan tanaman di ladangnya rusak oleh serangan hama-hama dan apapun yang membuat petani gagal panen. Petani terus berdo’a dan berusaha agar tanamannya dapat panen melimpah.
Kenyatan DOLLY
Prostitusi di Dolly telah menjadi sebuah kenyataan yang melegenda. Sejarahnya dimulai dari zaman belanda. Menurut banyak sumber salah satu diantaranya Wikipedia menyatakan bahwa Dolly didirikan oleh tante Dolly van der mart yang asli keturunan nonik belanda. Keturunan dari Tante Dolly tersebut sampai sekarang masih ada di Surabaya meskipun sudah tidak mengelola bisnis prostitusi tersebut.

Jumat, 05 Agustus 2011

MEMBENTUK KARAKTER MELALUI DIDIKAN PUASA


Oleh: Asep Supriyadi*
Secara normatif pendidikan karakter sudah menjadi salah satu fungsi  pendidikan Indonesia. Dalam UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003 pada pasal 3 dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan Karakter
Akhir-akhir ini, pendidikan karakter mulai digembor-gemborkan kembali oleh menteri pendidikan. Pada peringatan hari pendidikan bulan Mei lalu, Muhammad Nuh menyampaikan pidato dengan tema pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa. Ia juga mengingatkan hakikat pendidikan yang diusung oleh bapak pendidikan, Ki. Hajar Dewantara. Menurut Ki Hajar Dewantara hakikat pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan bathin, karater) pikiran (intellect) dan Jasmani murid.
Dimunculkanya kembali “trend” pendidikan karakter dilatarbelakangi karena krisis moral dan jati diri anak bangsa. Hal ini wajar mengingat kenyataan media dalam pemberitaan yang menunjukan sisi-sisi amoral sebagian anak bangsa. Dunia perpolitikan di Indonesia pun digambarkan kian carut marut. Banyak kasus-kasus mafia, dari mafia pajak hingga mafia kasus dan lain-lain. Tak aneh bila ada yang mengatakan “ini negeri para mafia”.

Minggu, 29 Mei 2011

THE POWER OF SYUKUR

Actadiurnaasep.co.cc (29/05/2011)
Aku:
“kamu puasa Daud tapi kamu gemuk, Aku pengen gemuk seperti kamu, berarti gak ada korelasi puasa sama berat badan ya?”
Abdullah:
“Gak, gak ada korelasi sama sekali. Aku malah nambah sepuluh kilo. Intinya itu SYUKUR dan senang.” Begitu pungkasnya.
Itu hanya salah satu bagian dari obrolan kami di warung pojok, tempat dimana kami sering makan. Kami membicarakan bagimana seseorang bisa gemuk. Salah satunya adalah mereka SENANG, HAPPY dengan keadaan mereka. Salah satu caranya adalah menerima, legowo, lapang dada dan SYUKUR yang membuat seseorang bahagia, happy dan senang.
Apabila kamu bersyukur, maka Aku (Allah) akan menambahkan.
Jelas, sudah.